Bagaimana jika ternyata puasa kita sia-sia?
Tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga. Sebab kebiasaan kita adalah berucap dusta dan berlaku tiada guna.
Bagaimana jika ayat-ayat yang kita baca ternyata tidak berpahala?
Lisan basah namun hati gelisah. Rajin merapal tapi alpa beramal.
Bagaimana jika salat tarawih kita ternyata tidak diterima?
Sekadar euforia sesaat dan ritual musiman saja. Kemudian kita justru sibuk belanja dan terlena jelang hari raya.
Bagaimana jika ternyata infaq dan sedekah kita ternyata membuat celaka?
Tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga. Sebab kebiasaan kita adalah berucap dusta dan berlaku tiada guna.
Bagaimana jika ayat-ayat yang kita baca ternyata tidak berpahala?
Lisan basah namun hati gelisah. Rajin merapal tapi alpa beramal.
Bagaimana jika salat tarawih kita ternyata tidak diterima?
Sekadar euforia sesaat dan ritual musiman saja. Kemudian kita justru sibuk belanja dan terlena jelang hari raya.
Bagaimana jika ternyata infaq dan sedekah kita ternyata membuat celaka?
Memberi karena ujub dan riya'. Bederma hanya supaya dilihat manusia.
Bagaimana jika iftar yang kita hadiri ternyata jadi ladang dosa?
Asyik bergosip ria sampai lalai dengan kewajiban kita. Dekat dengan kerabat dan kolega namun makin jauh dari ridha-Nya.
Bagaimana jika Ramadan ini tidak bernilai apa-apa bagi kita?
Ia sekadar berlalu dan kita melewatkannya begitu saja.
Bagaimana jika kali ini adalah Ramadan terakhir kita?
Sementara tidak ada jaminan kembali berjumpa pada tahun berikutnya.
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni..
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku..
Bagaimana jika iftar yang kita hadiri ternyata jadi ladang dosa?
Asyik bergosip ria sampai lalai dengan kewajiban kita. Dekat dengan kerabat dan kolega namun makin jauh dari ridha-Nya.
Bagaimana jika Ramadan ini tidak bernilai apa-apa bagi kita?
Ia sekadar berlalu dan kita melewatkannya begitu saja.
Bagaimana jika kali ini adalah Ramadan terakhir kita?
Sementara tidak ada jaminan kembali berjumpa pada tahun berikutnya.
Seandainya aku mengetahui bahwa Allah menerima dariku satu amalan kebaikan sebesar biji saja, maka itu lebih kusukai dari pada dunia dan seisinya. (Fudholah bin 'Ubaid)
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni..
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku..
Comments
Post a Comment