Skip to main content

Kebahagiaan Hidup


Dunia yang kita tinggali hari ini adalah dunia yang sarat kompetisi. Setiap orang yang kita temui ingin menjadi apa yang terbaik bagi dirinya sendiri. Walau kerap muncul perselisihan yang tak mampu dihindari. Namanya juga kompetisi.

Terlalu naif rasanya jika kita menganggap bahwa hidup ini hanya milik masing-masing individu. Nyatanya kita hidup dalam dunia yang saling terhubung satu sama lain. Dunia dimana kehidupan orang lain terkadang terkesan lebih indah dan bahagia.

Kita hari ini adalah kita yang terlalu sibuk melihat hidup orang lain. Sehingga tanpa sadar kita merasa tidak nyaman dan harus bersaing dengan kehidupan duniawi yang dijalani orang lain. Kebahagiaan orang lain menjadi tolok ukur kebahagiaan diri.

Padahal kebahagiaan bukan terletak pada nikmat. Ia tidak berada dalam eloknya paras, berlimpahnya harta, atau tingginya kedudukan.

Kebahagiaan lebih ditentukan oleh karakter dan sikap kita. Bersyukur kala mendapat nikmat. Bersabar ketika dilimpah musibah.

Bersyukur dan bersabarlah. Sedalam lautan yang tak bersisi. Seluas langit yang tiada bertepi.

Mari jalani hari-hari dengan berani. Tanpa harus sama dengan apa yang orang lain lakukan. Hiduplah sehidup-hidupnya!

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup

Perjalanan kita menjadi pantas diikhtiarkan sebab kita tahu betul kemana kita akan menelusuri arah. Meski dalam prosesnya akan banyak sekali onak dan duri. Namun, tapak kaki kita terlalu kuat untuk menjejak. Perjalanan ini akan terus kita perjuangkan. Walau di persimpangan nanti kita mungkin berjumpa kawan yang perjalanannya terlihat lebih menyenangkan. Tak sedikitpun goyah apalagi kalah. Karena kita sadar setiap kita memiliki zona waktunya masing-masing. Langkah-langkah kecil kita pantang surut, tak kenal henti. Kendati kita seolah merasa berjalan menuju tak berujung. Tapi kita percaya setiap yang memiliki awal akan berakhir. Betapa perjalanan kita menyajikan hikmah yang begitu melimpah. Tentang bagaimana menjiwai aktivitas dengan sepenuh hati. Tentang belajar melepaskan sesuatu dari setiap pertemuan dan perpisahan. Tentang meninggalkan kenyamanan yang melenakan. Perjalanan memang selayaknya membuat kita bertumbuh. Sebab ujian-ujian perjalanan yang berhasil kita lalui adalah a...

Ujian

Ujian merupakan keniscayaan yang dihadapi setiap makhluk-Nya. Entah itu ujian kenikmatan ataupun ujian kesukaran, ujian yang menuntut kesyukuran maupun ujian yang membutuhkan kesabaran. Sesulit apapun ujian yang kita terima, yakinlah ujian itu memang untuk kita. Jika terasa berat, maka sesungguhnya kita sedang dipaksa untuk mengeluarkan kemampuan terbaik kita yang mungkin selama ini tersimpan tak digunakan. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kadar kemampuannya." (QS. Al-Baqarah: 286) Pun dengan iman. Keimanan kita akan diuji sesuai dengan kadarnya. Ujian bagi iman yang lemah tidak akan jauh dari hal-hal kecil. Begitu juga sebaliknya, iman yang kuat akan diuji dengan hal yang lebih serius. Kita tahu bahwa iman yang kuat adalah lebih utama. Sungguh malang bila kita terus disibukkan oleh masalah sepele yang tak kunjung usai. Maka curigalah bila kita tidak jua beranjak dari masalah-masalah yang kecil dan mudah. Karena semakin tinggi pohon akan semaki...

Ramadan Buat Apa?

Kalau di bulan Ramadan kita masih sempat bermalas-malasan tilawah, bagaimana di luar Ramadan? Kalau di bulan yang penuh berkah ini kita enggan sedekah, bagaimana di bulan-bulan yang lain? Kalau di bulan yang setan-setan dibelenggu saja kita masih gampang bermaksiat, bagaimana di bulan lain yang godaannya justru lebih dahsyat? Kalau di bulan ini kita masih suka membuang waktu untuk hal yang sia-sia, lantas kapan kita bisa jadi umat yang produktif? Jadi, Ramadan ini buat apa?