Sedekat apapun jaraknya, momen kepulangan selalu menjadi hal yang ditunggu.
Sesering apapun pulangnya, perjalanan menuju kampung halaman akan senantiasa dirindu.
Bukan. Bukan karena kepenatan di tanah rantau. Bukan pula karena kenyamanan tinggal di kampung halaman. Atau pun keindahan lingkungan sekitar tempat tinggal yang menjadi sebab.
Perjalanan pulang terasa berharga karena kita tahu kemana kita hendak menuju. Kepulangan begitu berkesan karena kita tahu dengan siapa kita akan bertemu. Adalah keluarga.
Segala urusan pekerjaan, perkuliahan, organisasi, dan lain-lain kita selesaikan segera demi kembali bersamanya. Perbekalan dan oleh-oleh dari tanah rantau kita siapkan sedemikian rupa sebab ingin bersama mereka. Keluarga alasannya.
Kemudian, saya bertanya. Sebenarnya apakah kepulangan kita benar-benar dinanti? Apakah kita benar-benar diharap kedatangannya? Adakah kehadiran kita membahagiakan dan memberi manfaat? Ataukah kita justru hanya menjadi pelengkap jumlah anggota?
---
Pulang bagi setiap manusia pada hakikatnya adalah sama. Saya, anda, kita, dia, mereka, dan seluruh manusia yang bernyawa akan pulang ke tempat yang serupa.
Kita (seharusnya) tahu kemana kita hendak menuju. Pun (seharusnya) tahu siapa dengan siapa kita akan bertemu. Kampung akhiratlah yang menjadi tempat akhir berlabuh. Allah yang kita tuju.
Namun, kita tidak akan pernah tahu kapan berpulang. Dan tak punya kuasa untuk menentukan dan menolaknya. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan perbekalan terbaik dan mempersiapkan diri dalam kondisi terbaik pula.
Kemudian pertanyaannya tak jauh beda. Sesungguhnya apakah kepulangan kita dinanti oleh Sang Pencipta? Atau sebaliknya, adakah kita menyenangi dan mengharap perjumpaan dengan-Nya?
“Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya. Kematian itu datang sebelum (seseorang) bertemu Allah.” (HR. Muslim)Bergembiralah menanti kepulangan. Persiapkan bekal semaksimal mungkin. Nikmatilah perjalanan pulang. Semoga selamat sampai tujuan.
Ila liqo. Fi amanillah.

Comments
Post a Comment