Malam itu terdengar bunyi notifikasi pesan masuk dari sebuah grup obrolan departemen.
"Nilai mutu penkom udah ada di KRS." Begitu isi pesannya.
Lalu berbagai respon dan tanggapan bermunculan dari anggota-anggota grup tersebut.
Esok paginya, kembali terdapat pesan masuk di grup itu.
"Metstat udah keluar nilainya. Monggo dicek." Seseorang mengabari. Baik sekali.
Sudah bisa ditebak, grup kembali ramai. Ada juga info lain. Tapi tampaknya tak mendapat perhatian para penghuni grup.
Sore menjelang. Notifikasi tanda pesan masuk semakin banyak.
"DTPSI udah ada di KRS."
Sejurus kemudian, "Nilai udah keluar semua. IP udah bisa diliat."
Beragam komentar terlontar dalam wujud tulisan. Sebagian bernada kesal dan kecewa. Beberapa berusaha menghibur sesama. Yang lain menanggapinya dengan canda. Sisanya hanya membaca, termasuk saya.
Setelah itu hanya ada obrolan-obrolan yang mengakrabkan suasana.
***
Kecewa merupakan hal yang biasa. Ia timbul jika keinginan tidak tercapai. Ketika harapan tak sejalan dengan kenyataan.
Kita merasa telah mengupayakan yang terbaik. Mencatat materi kuliah dari dosen dengan rapi, mengikuti praktikum tanpa pernah absen, mengumpulkan tugas tepat waktu, mengerjakan laporan hingga begadang atau bahkan sampai tidak tidur pun kita lakukan sebagai mahasiswa. Namun hasilnya ternyata tak sebaik yang kita inginkan.
Boleh jadi kita selama ini merasa sudah berusaha dan berdoa dengan maksimal untuk mendapatkan nilai yang sesuai ekspektasi. Tapi nyatanya jauh panggang dari api.
Kawan, kita menganggap telah berusaha dan berjuang semampu kita. Kewajiban terhadap Sang Pencipta pun telah kita penuhi. Tapi ternyata itu semua belum cukup. Kita berkata sudah, sementara Allah berkata belum. Allah ingin kita melakukan lebih dari biasanya. Allah hendak menjadikan kita hamba yang luar biasa.
Sekarang, mari periksa diri kita masing-masing. Apakah niat kita lurus? Apakah senyum dan pertolongan kita kepada sesama sudah tulus? Masihkah ada riya dan dengki dalam hati yang membuat amalan-amalan kita menjadi hangus? Bisa jadi ada kerikil-kerikil yang menghambat berputarnya gerigi usaha kita. Sehingga tampak sudah berotasi dengan sempurna padahal itu belumlah apa-apa.
Penyesalan memang tiba di akhir. Namun kesempatan untuk memperbaiki belum berakhir. Selama masih ada Allah, tiada perlu kita khawatir.
***
Hari ini saya belajar untuk tidak hanya serius dalam meminta. Namun juga belajar untuk tulus dalam menerima dengan lapang dada. Apapun hasilnya.
____
Keterangan:
KRS: Kartu Rencana Studi
Penkom: Penerapan Komputer
Metstat: Metode Statistika
DTPSI: Dasar Teknik Pengendalian Sistem Industri
IP: Indeks Prestasi
Comments
Post a Comment