Bagi sebagian orang, memulai melakukan sesuatu merupakan hal yang tidak mudah. Berinisiatif untuk kemudian menjadi pelopor pembaharu kadang terasa berat.
Bagi sebagian yang lain, bertahan dan menjaga konsistensi lebih sulit daripada memulai. Berusaha menjaga ritme dan irama yang dibangun dengan keterbatasan mungkin butuh perjuangan yang tidak biasa.
Sebagian sisanya merasa nyaman dengan kondisi yang ada. Enggan melangkah untuk berubah. Segan maju meski mampu. Hingga akhirnya mati sebab nihil kreasi, Hilang ditelan bumi dan tiada yang dapat diwarisi.
Begitulah kita.
Acap kali terlampau banyak berpikir dan menghitung untung rugi, Bimbang jika dihadapkan pada banyak pilihan. Padahal, tanpa kita sadari, tidak sedikit manusia yang tidak dapat memilih karena tidak ada opsi untuk dipilih. Bahkan ada yang harus rela menerima kenyataan; bergantung pada pilihan orang lain.
Memang begitulah kita.
Sebagai makhluk ekonomi, setiap saat transaksi terjadi. Mengharap kebutuhan pribadi terpenuhi tanpa merugikan diri sendiri. Tidak hanya ketika berinteraksi dengan makhluk bumi, pun dengan Allah, pemilik segala puji.
Kita bukanlah pemula, bukan pula penghujung. Kita adalah penyambung. Maka janganlah berhenti di tengah perjalanan ini, teruslah berjalan. Bahkan sesekali berlari adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan untuk mengejar impian kemenangan.Lakukan selagi masih ada kesempatan.
Laksanakan semasa masih punya kekuatan.
Jalankan selama masih diberi kepercayaan.
Just do it.

Comments
Post a Comment