Skip to main content

Just do it.



Bagi sebagian orang, memulai melakukan sesuatu merupakan hal yang tidak mudah. Berinisiatif untuk kemudian menjadi pelopor pembaharu kadang terasa berat.

Bagi sebagian yang lain, bertahan dan menjaga konsistensi lebih sulit daripada memulai. Berusaha menjaga ritme dan irama yang dibangun dengan keterbatasan mungkin butuh perjuangan yang tidak biasa.

Sebagian sisanya merasa nyaman dengan kondisi yang ada. Enggan melangkah untuk berubah. Segan maju meski mampu. Hingga akhirnya mati sebab nihil kreasi, Hilang ditelan bumi dan tiada yang dapat diwarisi.

Begitulah kita.
Acap kali terlampau banyak berpikir dan menghitung untung rugi, Bimbang jika dihadapkan pada banyak pilihan. Padahal, tanpa kita sadari, tidak sedikit manusia yang tidak dapat memilih karena tidak ada opsi untuk dipilih. Bahkan ada yang harus rela menerima kenyataan; bergantung pada pilihan orang lain.

Memang begitulah kita.
Sebagai makhluk ekonomi, setiap saat transaksi terjadi. Mengharap kebutuhan pribadi terpenuhi tanpa merugikan diri sendiri. Tidak hanya ketika berinteraksi dengan makhluk bumi, pun dengan Allah, pemilik segala puji.

Kita bukanlah pemula, bukan pula penghujung. Kita adalah penyambung. Maka janganlah berhenti di tengah perjalanan ini, teruslah berjalan. Bahkan sesekali berlari adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan untuk mengejar impian kemenangan.
Lakukan selagi masih ada kesempatan.
Laksanakan semasa masih punya kekuatan.
Jalankan selama masih diberi kepercayaan.

Just do it.

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup

Perjalanan kita menjadi pantas diikhtiarkan sebab kita tahu betul kemana kita akan menelusuri arah. Meski dalam prosesnya akan banyak sekali onak dan duri. Namun, tapak kaki kita terlalu kuat untuk menjejak. Perjalanan ini akan terus kita perjuangkan. Walau di persimpangan nanti kita mungkin berjumpa kawan yang perjalanannya terlihat lebih menyenangkan. Tak sedikitpun goyah apalagi kalah. Karena kita sadar setiap kita memiliki zona waktunya masing-masing. Langkah-langkah kecil kita pantang surut, tak kenal henti. Kendati kita seolah merasa berjalan menuju tak berujung. Tapi kita percaya setiap yang memiliki awal akan berakhir. Betapa perjalanan kita menyajikan hikmah yang begitu melimpah. Tentang bagaimana menjiwai aktivitas dengan sepenuh hati. Tentang belajar melepaskan sesuatu dari setiap pertemuan dan perpisahan. Tentang meninggalkan kenyamanan yang melenakan. Perjalanan memang selayaknya membuat kita bertumbuh. Sebab ujian-ujian perjalanan yang berhasil kita lalui adalah a...

Ujian

Ujian merupakan keniscayaan yang dihadapi setiap makhluk-Nya. Entah itu ujian kenikmatan ataupun ujian kesukaran, ujian yang menuntut kesyukuran maupun ujian yang membutuhkan kesabaran. Sesulit apapun ujian yang kita terima, yakinlah ujian itu memang untuk kita. Jika terasa berat, maka sesungguhnya kita sedang dipaksa untuk mengeluarkan kemampuan terbaik kita yang mungkin selama ini tersimpan tak digunakan. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kadar kemampuannya." (QS. Al-Baqarah: 286) Pun dengan iman. Keimanan kita akan diuji sesuai dengan kadarnya. Ujian bagi iman yang lemah tidak akan jauh dari hal-hal kecil. Begitu juga sebaliknya, iman yang kuat akan diuji dengan hal yang lebih serius. Kita tahu bahwa iman yang kuat adalah lebih utama. Sungguh malang bila kita terus disibukkan oleh masalah sepele yang tak kunjung usai. Maka curigalah bila kita tidak jua beranjak dari masalah-masalah yang kecil dan mudah. Karena semakin tinggi pohon akan semaki...

Ramadan Buat Apa?

Kalau di bulan Ramadan kita masih sempat bermalas-malasan tilawah, bagaimana di luar Ramadan? Kalau di bulan yang penuh berkah ini kita enggan sedekah, bagaimana di bulan-bulan yang lain? Kalau di bulan yang setan-setan dibelenggu saja kita masih gampang bermaksiat, bagaimana di bulan lain yang godaannya justru lebih dahsyat? Kalau di bulan ini kita masih suka membuang waktu untuk hal yang sia-sia, lantas kapan kita bisa jadi umat yang produktif? Jadi, Ramadan ini buat apa?